Sunday, June 26, 2011

Ketum PBNU: Arab Saudi Tidak Aman bagi TKW

Buktidansaksi.com - "SAYA sangat paham kenapa Ruyati diekskusi tanpa pembelaan. Di Arab Saudi tak ada lembaga apapun yang bisa meringankan dan membebaskan hukuman, kecuali ada permaafan dari ahli waris. Raja pun tidak bisa." Demikian dikatakan Ketua Umum PBNU Dr. KH Said Aqil Siroj dalam jumpa pers Rabu siang (21/6) kantornya, jalan Kramat Raya 164, Jakarta Pusat.

"Saya sudah lama mengusulkan TKW tidak usah ke Arab Saudi. Masih banyak orang Saudi primitif, tertutup untuk orang lain. Masih banyak kelakuan mereka yang jahiliyah. Tapi ingat, ini bukan Islam, tapi orangnya." ????


Friday, June 24, 2011

TKW Indonesia: Saya Dijadikan Budak Seks

Tenaga kerja Indonesia, yang baru saja dipulangkan dari Jeddah, Arab Saudi, menghapus air mata saat tiba di Terminal II, Bandara Soekarno-Hatta, Banten, beberapa waktu lalu.

BuktidanSaksi.com — Presiden Susilo Bambang Yudhoyono didesak segera melakukan langkah pembelaan terhadap 28 tenaga kerja Indonesia (TKI) yang kini menunggu hukuman mati di Arab Saudi.


Thursday, June 23, 2011

Menteri Malaysia Kecam Klub "Isteri Patuh"

Kekerasan dalam rumah tangga bisa diatasi dengan cara isteri patuh pada suami

Menteri Pembangunan Wanita, Keluarga dan Masyarakat Malaysia Datuk Seri Shahrizat Abdul Jalil mengatakan klub, yang dirikan untuk mengajari agar para isteri patuh terhadap suami, memberikan citra negatif bagi negara itu dan Islam.

Shahrizat Abdul Jalil mengaku ketika dia berkunjung ke Kazakhstan baru-baru ini sejumlah wartawan setempat menanyakan apakah wanita Muslim di Malaysia tidak mempunyai hak dan apakah mereka diperbudak.

"Ini adalah hal mengkhawatirkan melihat ajaran Islam dicerminkan seperti ini sehingga memberikan persepsi bahwa wanita diperbudak oleh suami mereka," katanya.

Monday, June 20, 2011

Ruyati, Orang ke-28 yang Dipancung di Arab Saudi Tahun Ini

Ruyati, TKW asal Indonesia, adalah orang ke-28 yang dihukum pancung di Arab Saudi. Hukuman pancung tersebut mendapat protes. (afp)

JAKARTA (LampostOnline): Pemancungan pada TKW Ruyati binti Sapubi, versi lain menyebut Ruyati binti Saboti Saruna, melahirkan duka mendalam di Tanah Air. Ruyati adalah orang ke-28 yang dihukum pancung di Arab Saudi.

"Pemancungan (Ruyati) di provinsi bagian barat Makkah membawa jumlah eksekusi di kerajaan ultra-konservatif tersebut pada tahun ini menjadi 28, menurut hitungan AFP berdasarkan laporan kelompok HAM," tulis AFP, Sabtu (18-6).

Kelompok HAM yang memantau hukuman pancung di Arab SAudi itu adalah Amnesty International. Lembaga pemantau yang berpusat di London ini menyebut, tahun lalu Saudi memancung 27 orang. Tahun ini, belum termasuk Ruyati, 27 orang juga telah dipancung. Sebanyak 15 orang dipancung pada bulan Mei sendiri.

Monday, June 13, 2011

Arab Saudi: Belajar Menyetir, 6 Perempuan Ditahan

RIYADH, KOMPAS.com — Pemerintah Arab Saudi telah menahan enam perempuan, Kamis (9/6/2011), karena menyetir modil di ibu kota Riyadh. Keenam perempuan itu melanggar undang-undang larangan mengemudi bagi perempuan.
"Hak saya untuk menyetir mobil dan hak saya untuk belajar menyetir. Saya menderita karena tidak bisa menyetir sehingga bergantung kepada sopir yang juga melayani empat orang lain."

Salah seorang di antaranya, Rasha Al-Duwaisi, mengatakan bahwa usia para perempuan yang ditangkap antara 21 hingga 30 tahun. Mereka sepakat bertemu di Riyadh pada sore hari untuk saling mengajari menyetir. Mereka menggunakan tiga mobil.


Saturday, June 11, 2011

Politikus Kuwait: Cegah Zina, Peliharalah Budak Seks

TEMPO Interaktif, Kota Kuwait - Boleh jadi politikus perempuan dari Kuwait, Salwa al-Mutairi, paham betul betapa laki-laki kebanyakan memiliki syahwat seksual yang kerap kali tak terbendung. Oleh sebab itu, ia mengusulkan satu resep jitu agar para lelaki di negaranya tidak terjerumus godaan sehingga berzinah dengan pembantu, gadis, atau istri orang.

Ia mengatakan para lelaki yang telah menikah harus memelihara budak seks sebagai antisipasi jika istri mereka berhalangan. Ia menegaskan mempunyai budak seks sama saja dengan mempunyai istri sah. Ia bahkan menyebutkan perempuan-perempuan yang dapat diperdagangkan itu bisa diperoleh dari negara-negara yang sedang berperang, seperti Chechznya. Oleh karena itu, budak seks itu harus berstatus tawanan perang.

Saturday, May 14, 2011

Bagaimana Saya Bisa Menceraikan Suamiku Yang Muslim?

Diposkan oleh Ali Sina pada tanggal 3 Januari 2011

Hai,

Saya dari Melbourne Australia. Saya seorang Muslim Syiah dan telah menikah selama 14 tahun. SEKARANG saya telah berpisah selama 4 tahun dengan suami saya, dan saya sedang mengalami kesulitan untuk mengurus perceraian saya berdasarkan aturan Muslim Syiah. Semua sheik disini tidak mau mengurus perceraian saya, karena dialah yang harus menceraikan saya, dan semuanya tergantung perkataannya. Mereka semua tahu seperti apa suami saya itu. Islam adalah agama kaum pria. Menurut saya itu tidak adil. Saya mempunyai 3 orang anak dan mereka tinggal bersama saya. Saya tidak mendapatkan dukungan finansial, dan memang saya tidak menginginkannya, namun suami saya membuat hidup saya seperti dalam neraka.

Selama 13 tahun saya hidup dalam neraka. Ia berkata, ia tidak akan pernah menceraikan saya agar ia dapat menghancurkan saya. Ia mengatakan bahwa ia tidak akan membiarkan saya menikah lagi. Mengapa sulit sekali bagi wanita untuk bercerai? Saya meninggalkannya karena ia tidak menafkahi saya.

Monday, May 9, 2011

Menikahi Seorang Muslim

Diposkan Oleh Ali Sina, pada tanggal 18 Januari 2011

Hai Ali Sina,

Saya seorang wanita muda yang menikah dengan seorang pria Muslim. Saya seorang Kristen dan percaya pada Tuhan. Saya telah membaca sejumlah buku tentang (about) Islam dan karena itu pengetahuan saya tentang agama suami saya cukup memadai. Kebanyakan dari ajaran Islam tidak bisa saya terima…Hak-hak wanita, perbudakan, jihad…Saya pikir kebanyakan ajaran dari agama ini berasal dari Si Jahat (Iblis). Suami saya tidak tahu banyak tentang agamanya, tetapi ia merencanakan bahwa kelak ia akan mengajarkan tentang Islam kepada anak-anak kami. Bagaimana saya bisa meyakinkannya bahwa Islam itu agama yang salah? Tolong bantulah saya untuk merubahnya. Ia seorang pria yang baik; dan ia berpikir bahwa Islam pun agama yang baik. Ia tak pernah membaca Quran. Pendidikannya kurang, tetapi apapun yang terjadi ia selalu mengatakan bahwa Islam itu benar.

Metode terbaik apa yang bisa saya pakai untuk merubah pemikirannya? Saya sungguh-sungguh mencintainya dan ingin mempunyai anak darinya, tetapi saya tidak ingin anak-anak saya bertumbuh di dalam Islam. Saya memohon pertolongan anda.


Friday, May 6, 2011

Perkosaan Safiyah

Diposkan oleh Ali Sina pada 2 Januari 2011

Amir adalah salah satu dari sekian banyak orang Muslim yang menyurati saya, menantang saya berdebat. Saya mengatakan padanya bahwa saya hanya mau berdebat dengan para sarjana ternama, atau dengan orang-orang yang telah membaca buku saya. Amir setuju untuk membaca buku saya. Saya mengirimkannya edisi yang ke-4 dalam bentuk PDF. Setelah membacanya, nampaknya Amir telah meninggalkan Islam, atau sedang memikirkan untuk melakukannya. (lihat: about). Tidak seorang pun yang membaca buku saya masih tetap percaya kepada Islam.

Kebanyakan orang Muslim yang menerima buku saya tidak pernah lagi menyurati saya. Saya yakin mereka menjadi takut dan kemudian mereka berhenti membacanya. Ada pula yang mengumpulkan keberanian untuk membacanya sampai selesai. Amir adalah salah satunya.

Ia mengajukan beberapa pertanyaan pada saya. Pada dasarnya ia ingin agar saya menjawab kritik yang tidak benar mengenai saya yang dilontarkan oleh Bassam Zawadi. Sejauh ini saya telah mengabaikan Zawadi karena sebenarnya artikel-artikelnya mengkriminalkan Muhammad dan mengkonfirmasi apa yang saya katakan. Namun demikian, bagi orang-orang yang tidak dapat melihatnya saya mengkhususkan diri dalam beberapa bulan berikut untuk meresponi Zawadi.


Monday, May 2, 2011

Mariyah, Budak Seks Rasul Suci

Diposkan Oleh Ali Sina, pada tanggal 23 Desember 2010

Yang berikut ini adalah skandal cinta Muhammad dengan Mariyah orang Koptik, yang merupakan salah seorang budak dari isteri-isteri Nabi. Muhammad tidur dengannya tanpa ada upacara apapun, sehingga menyebabkan kegaduhan di antara isteri-isterinya, dan harus diatasi lewat “Intervensi Ilahi.” Kisah ini dicatat dalam sebuah Hadis otentik dan dilaporkan oleh Umar.

Hadis ini menjelaskan alasan turunnya wahyu dalam Quran 66:4.

Jika kamu berdua bertaubat kepada Allah, maka sesungguhnya hati kamu berdua telah condong (untuk menerima kebaikan); dan jika kamu berdua bantu-membantu menyusahkan Nabi, maka sesungguhnya Allah adalah Pelindungnya dan (begitu pula) Jibril dan orang-orang mukmin yang baik; dan selain dari itu malaikat-malaikat adalah penolongnya pula.

Umar menjelaskan bahwa kedua wanita ini adalah Hafsa dan Aisyah, yang menjadi tidak hormat kepada Nabi, sehingga Nabi merasa sedih dan berpikir untuk menceraikan semua isteri-isterinya. Inilah kisah selengkapnya.