Thursday, January 24, 2013
Muhammad Bernafsu Menikahi Maryam, Ibunda Yesus!!!
Wednesday, October 19, 2011
WANITA DIMATA MUHAMMAD DAN ISLAM
Pengalaman pahit terhadap ibu dan para saudaranya diwaktu kecil membuat Muhammad memendam sakit
hati terhadap wanita. Tekanan psikologis ini akhirnya tertuang dalam
ajaran2 Islam baik dalam Quran maupun didalam hadis. Banyak kisah yang
sejatinya menunjukkan bagaimana perlakuan deskriminatif Muhammad
terhadap perempuan. PARA ISTRI DAN WANITA MUHAMMAD
Salah
satu kebohongan besar yang senantiasa diulang2 oleh ulama2 Islam adalah
pernyataan bahwa pernikahan Muhammad adalah terutama dengan janda2 tua
yang tidak cantik dan pernikahan itu bukan untuk pemuas birahi Muhammad.
Wednesday, September 28, 2011
Tragedi Aisyah: Produk Penyiksaan Seksual Anak
Thursday, August 4, 2011
Merasionalkan Pedofilia dalam Islam
Sementara praktek ini berbicara untuk dirinya sendiri, adalah hal yang menarik saat menyaksikan betapa banyak orang-orang Muslim yang membenarkan atau merasionalkan fatwa itu – atau bahkan menganggapnya sebagai sebuah sumber kebanggaan.
Sebagai contoh, perhatikan bagaimana ulama Muslim ini mendiskusikan pernikahan Muhammad dengan seorang anak kecil yaitu Aisyah, ketika Aisyah masih berusia 9 tahun. Bukannya merasa malu, ulama ini justru menggunakan kisah ini untuk membanggakan ‘kesabaran’ dan ‘kemurahan’ nabi. Terjemahan yang relevan adalah sbb:
Friday, May 6, 2011
Perkosaan Safiyah
Diposkan oleh Ali Sina pada 2 Januari 2011
Amir adalah salah satu dari sekian banyak orang Muslim yang menyurati saya, menantang saya berdebat. Saya mengatakan padanya bahwa saya hanya mau berdebat dengan para sarjana ternama, atau dengan orang-orang yang telah membaca buku saya. Amir setuju untuk membaca buku saya. Saya mengirimkannya edisi yang ke-4 dalam bentuk PDF. Setelah membacanya, nampaknya Amir telah meninggalkan Islam, atau sedang memikirkan untuk melakukannya. (lihat: about). Tidak seorang pun yang membaca buku saya masih tetap percaya kepada Islam.
Kebanyakan orang Muslim yang menerima buku saya tidak pernah lagi menyurati saya. Saya yakin mereka menjadi takut dan kemudian mereka berhenti membacanya. Ada pula yang mengumpulkan keberanian untuk membacanya sampai selesai. Amir adalah salah satunya.
Ia mengajukan beberapa pertanyaan pada saya. Pada dasarnya ia ingin agar saya menjawab kritik yang tidak benar mengenai saya yang dilontarkan oleh Bassam Zawadi. Sejauh ini saya telah mengabaikan Zawadi karena sebenarnya artikel-artikelnya mengkriminalkan Muhammad dan mengkonfirmasi apa yang saya katakan. Namun demikian, bagi orang-orang yang tidak dapat melihatnya saya mengkhususkan diri dalam beberapa bulan berikut untuk meresponi Zawadi.
Monday, May 2, 2011
Mariyah, Budak Seks Rasul Suci
Yang berikut ini adalah skandal cinta Muhammad dengan Mariyah orang Koptik, yang merupakan salah seorang budak dari isteri-isteri Nabi. Muhammad tidur dengannya tanpa ada upacara apapun, sehingga menyebabkan kegaduhan di antara isteri-isterinya, dan harus diatasi lewat “Intervensi Ilahi.” Kisah ini dicatat dalam sebuah Hadis otentik dan dilaporkan oleh Umar.
Hadis ini menjelaskan alasan turunnya wahyu dalam Quran 66:4.
“Jika kamu berdua bertaubat kepada Allah, maka sesungguhnya hati kamu berdua telah condong (untuk menerima kebaikan); dan jika kamu berdua bantu-membantu menyusahkan Nabi, maka sesungguhnya Allah adalah Pelindungnya dan (begitu pula) Jibril dan orang-orang mukmin yang baik; dan selain dari itu malaikat-malaikat adalah penolongnya pula.”
Umar menjelaskan bahwa kedua wanita ini adalah Hafsa dan Aisyah, yang menjadi tidak hormat kepada Nabi, sehingga Nabi merasa sedih dan berpikir untuk menceraikan semua isteri-isterinya. Inilah kisah selengkapnya.
Monday, April 25, 2011
Aisha: Pengantin Cilik
Memikirkan syahwat dari seorang lelaki tua terhadap kanak-kanak adalah hal yang sangat mengganggu. Istilah satu-satunya untuk hal ini adalah pedofilia – salah satu kejahatan paling kotor yang bisa dibayangkan.
Semua manusia dan hewan pada dasarnya melindungi anak-anak. Tangisan minta tolong dari anak-anak – setiap anak, termasuk dari spesies yang berbeda – akan membuat hati binatang melunak.
Para pedofil termasuk orang-orang yang paling rusak, sebab mereka menafikan kepercayaan anak-anak.
Sangat sulit melihat kenyataan bahwa Nabi Islam, seorang yang praktis disembah dan dijadikan teladan oleh semiliar jiwa-jiwa dalam kegelapan, ternyata adalah seorang pedofil yang menjijikkan.
Muhammad mengawini Aisha tatkala ia baru berumur 6 tahun, dan menyetubuhinya (baca “memperkosanya”) disaat ia berumur 9. Dan dia sendiri 54 tahun.
Thursday, April 21, 2011
Safiyah
Kisah ini dilaporkan secara detil oleh Tabari. Kisah ini juga dapat ditemui dalam Sirat Ibn Ishaq. Yang berikut ini dilaporkan dalam buku dari Tabaqat yang disusun oleh Ibn Sa’d.
Dua tahun sebelumnya Muhammad telah memancung kepala Huyai, ayahnya Safiyah, beserta 900 pria dari Bani Quraiza.
Thursday, February 17, 2011
Apakah Muhammad Memperkosa Safiyah?
Diposting oleh Ali Sina pada 2 Januari 2011
Amir adalah salah satu dari sekian banyak orang Muslim yang menyurati saya, menantang saya berdebat. Saya mengatakan padanya bahwa saya hanya mau berdebat dengan para sarjana ternama, atau dengan orang-orang yang telah membaca buku saya. Amir setuju untuk membaca buku saya. Saya mengirimkannya edisi yang ke-4 dalam bentuk PDF. Setelah membacanya, nampaknya Amir telah meninggalkan Islam, atau sedang memikirkan untuk melakukannya. (lihat: about ). Tidak seorang pun yang membaca buku saya masih tetap percaya kepada Islam.
Kebanyakan orang Muslim yang menerima buku saya tidak pernah lagi menyurati saya. Saya yakin mereka menjadi takut dan kemudian mereka berhenti membacanya. Ada pula yang mengumpulkan keberanian untuk membacanya sampai selesai. Amir adalah salah satunya.
Thursday, February 10, 2011
Safiyah, Istri Muhammad Orang Yahudi
Berikut ini adalah sejarah Safiyah Binti Huyai Ibn Akhtab, wanita Yahudi yang ditangkap ketika pasukan Muhammad menyerang Khaibar dan membawanya kepada Nabi sebagai bagian dari rampasan perang. Muhammad memberi perintah agar Kinana, suami yang masih muda dari Safiyah, dianiaya hingga mati supaya ia (Kinana) mengaku dimana harta karun kota tersebut disimpan. Pada malam yang sama itu juga, Muhammad mengambil Safiyah dan dibawa ke ranjangnya dan menjadikan dia istrinya…
Kisah ini dilaporkan secara detil oleh Tabari. Kisah ini juga dapat ditemui dalam Sirat Ibn Ishaq. Yang berikut ini dilaporkan dalam buku dari Tabaqat yang disusun oleh Ibn Sa’d.
Dua tahun sebelumnya Muhammad telah memancung kepala Huyai, ayahnya Safiyah, beserta 900 pria dari Bani Quraiza.
Friday, June 18, 2010
Istri-Istri Muhammad
Dari anarki perang kini kita beralih ke anarki seksual. Umat Muslim menganggap bahwa Muhammad adalah seorang nabi agung tetapi Muhammad sendiri menyatakan: “Aku hanya manusia biasa seperti kamu.” (Qs18:110 dan 41:6).
Al Qur’an memberikan lebih banyak keistimewaan kepada Muhammad dan sedikit kewajiban, Allah yang memberikan kepada Muhammad banyak isteri dan gundik sedangkan untuk kaum Muslim hak untuk menikah maksimum empat isteri.
“Wahai Nabi, sesungguhnya Kami telah menghalalkan bagimu isteri-isterimu yang telah kamu berikan mas kawinnya dan hamba sahaya yang kamu miliki yang termasuk apa yang kamu peroleh dalam peperangan yang dikaruniakan Allah untukmu, dan perempuan mu’min yang menyerahkan dirinya kepada Nabi kalau Nabi mau mengawininya, sebagai pengkhususan bagimu, bukan untuk semua orang mu’min supaya tidak menjadi kesempitan bagimu.” (Qs 33:50)
Sunday, June 13, 2010
SKANDAL-SKANDAL SEKSUAL SANG NABI
Satu hari sang nabi mengunjungi anak angkatnya Zaid. Zaid adalah salah seorang mualaf awal – mualaf ketiga tepatnya – dan dia sangat setia pada ayah angkatnya ini, hingga Muhammad sangat memperhatikan Zaid dan menilainya lebih tinggi dari yang lain. Zaid sudah menikah dengan Zaynab bint Jahsh, keponakan sang Nabi sendiri. Dan tambahan lagi – ini sangat penting dalam kisah ini – Zainab sangatlah cantik mempesona.
Hari itu, Zaid sedang tidak ada di rumah, tapi Zainab yang sedang memakai pakaian sembarangan (sexy) dan menampakkan keindahan tubuhnya membukakan pintu bagi sang nabi, dan memintanya masuk. Ketika Zainab membereskan pakaiannya, Muhammad tersentak oleh kecantikan dan keindahan tubuhnya “Auwloh yang mulia! Auwloh disurga! Betapa kau membalikkan hati para lelaki!” teriak sang Nabi. Dia menolak untuk masuk dan malah pergi sambil kebingungan. Tapi, Zainab telah mendengar perkataannya dan lalu menceritakannya pada Zaid ketika dia pulang. Zaid langsung pergi menemui sang Nabi dan dengan patuh menawarkan untuk menceraikan istrinya demi sang nabi. Muhammad menolak, sambil menambahkan “Pertahankan istrimu dan takutlah pada Auwloh.”
Saturday, December 5, 2009
23 Kali Pernikahan Muhammad
Al-Qur’an menyatakan bahwa Muhammad hanya seorang rasul, walaupun kaum Muslim menganggap dia sebagai seorang nabi agung. Namun dia dianggap seperti orang yang hidup dan mati sama seperti orang lain. Dengan kata lain, Al-Qur’an yang diturunkan kepada Muhammad tidak memberikannya karakteristik khusus, yang membedakan dirinya dengan manusia lain. Namun sangat aneh dan bertolak belakang, bahwa tiba-tiba Al-Qur’an memang membedakan diri Muhammad, dengan memberikannya lebih banyak hak keistimewaan dan sedikit kewajiban.
Sebagai contoh, Al-Qur’an memberikan kaum Muslim hak untuk menikahi maksimum empat orang istri. Namun Al-Qur’an menyatakan:
“Wahai, Nabi, sesungguhnya Kami telah menghalalkan bagimu isteri-isterimu yang telah kamu berikan mas kawinnya dan hamba sahaya yang kamu miliki yang termasuk apa yang kamu peroleh dalam peperangan yang dikaruniakan Allah untukmu, dan perempuan mu’min yang menyerahkan dirinya kepada Nabi kalau Nabi mau mengawininya, sebagai pengkhususan bagimu, bukan untuk semua orang mu’min. Supaya tidak menjadi kesempitan bagimu”2
Allah tidak cukup puas dengan hanya memberikan Muhammad banyak istri, dia juga memberikannya carte blanche (kewenangan penuh) untuk melakukan apapun yang dia inginkan dalam soal kawin-mawin ini. Allah tidak membatasi jumlah wanita yang boleh dinikahinya, sebagaimana yang dia perintahkan ke kaum Muslim lainnya. Namun, dia memberikan dirinya sendiri hak untuk mengambil wanita manapun yang diinginkannya, bahkan yang telah menikah, iapun masih memaksa si suami untuk meceraikan istrinya, ketika sang nabi menginginkan si wanita tersebut.
Thursday, December 25, 2008
A SINA : KHADIJAH & Muhammad
Para penderita codependent (Khadijah) tidak mendapatkan kepuasan dan kebahagiaan dari teman-teman yang sehat secara emosional. Itulah mengapa Khadijah menolak lamaran lelaki2 yg sukses dan matang. Orang yang cocok bagi seorang codependent adalah seorang narsisis (seseorang yg cinta diri sendiri) yang sendirinya juga memiliki kebutuhan yang tidak terpenuhi.
Seorang codependent sering membingungkan rasa cinta dengan rasa kasihan, mereka bertendensi untuk “mencintai” orang yang bisa mereka kasihani dan bisa mereka selamatkan.
Nama lain bagi codependency adalah “self effacing” atau “inverted narcissist/narsisis terbalik”. Inilah yang dikatakan Dr. Sam Vaknin, penulis Malignant Self Love (Cinta Diri yg Menghancurkan) tentang hubungan antara codependent dan narsisis:
“Sang inverted narcissist hanya mampu MERASA sesuatu saat ia berada dalam hubungan dengan narsisis lain. Sang inverted narcissist diprogram dari permulaan untuk menjadi pasangan sempurna sang narcissist – guna saling mengipas Ego mereka, yang satu menjadi ekstensi kepribadian yang lain, hanya untuk mendapatkan pujaan dan pengelu-eluan.” [1]
Tuesday, January 1, 2008
SIAPAKAH KHADIJAH ?
Peran Khadijah dalam Islam belum sepenuhnya dihargai. Pengaruhnya pada Muhammad tidak dapat ditekankan secara berlebihan. Khadijah harusnya dianggap sebagai partnernya Muhammad dalam kelahiran Islam. Tanpa dia, mungkin, Islam tidak akan pernah ada.
Kita tahu bahwa Khadijah memuja suami mudanya. Tidak ada laporan bahwa Muhammad pernah bekerja setelah menikahi Khadijah. Setelah pernikahan, bisnis Khadijah kelihatannya menurun tajam. Ketika dia meninggal, keluarganya menjadi melarat.
Khadijah memiliki sepupu bernama Waraqah ibn Nawfal. Waraqah, Khadijah, dan Muhammad, ketiganya berasal dari klan Quraish. Waraqah, putera dari Nawfal, putera Assad, putera Abdul ‘Uzzah, putera Qussayy. Khadijah, adalah puteri Khuwaylid, putera Assad, putera Abdul ‘Uzzah, juga putera Qussayy. Khadijah menjadi isteri pertama Muhammad, putera Abdullah, putera Abdul Muttalib, putera Hashim, putera Abd Manaf, putera Qussayy.
Di artikel terdahulu kita mengetahui bahwa pernikahan Khadijah – Muhammad ini kemungkinan besar diatur oleh Waraqah. Seorang pendeta Nosrania, yang bercita2 menyebarkan monotheisme ditanah Arab melalui Muhammad.
Monday, December 24, 2007
AISHA, ASMARA NABI PADA BOCAH 6 TAHUN
Orang bilang hidup itu dimulai di umur 40, namun Muhammad beda, bagi dia hidup dimulai di umur 50
Setelah kematian Khadijah, Muhammad langsung berburu istri untuk mengisi kekosongan hidupnya akan wanita.
Pertama-pertama ia meyakinkan teman dan pengikut setianya, Abu Bakar, untuk mentunangkan dia dengan anak perempuannya yang berumur 6 tahun, Aisyah. Abu Bakar begitu terkejut. Dia mencoba menolaknya dengan halus, dengan berkata “tapi kita ini masih saudara.” Muhammad meyakinkan dia bahwa mereka hanya saudara dalam iman dan bahwa pernikahannya dengan anak kecil itu tidaklah haram.
Sahih Bukhari. 62: 18 Dikisahkan oleh 'Ursa: Rasulullah meminta ijin pada Abu Bakar untuk bertunagan dengan Aisha, anaknya. Abu Bakar kemudian berkata, “Namun kita ini masih saudara”. Rasulullah berkata, “Kau adalah saudaraku dalam iman kepada Allah dan kitabnya, namun dia (Aisha) adalah halal untuk kunikahi.
Tuesday, November 13, 2007
ZAINAB, ASMARA NABI PADA MENANTUNYA
Nabi kita Muhammad memiliki menantu wanita cantik bernama Zainab Binti Jash, berumur kurang lebih 35 tahun, secantik dan seumuran Sarah Azhari lah. Zainab merupakan istri dari anak angkat Muhammad yang bernama Zaid Bin Mohammed. Di suatu pagi, Muhammad berjalan masuk ke rumah menantunya untuk mencari Zaid dan kebetulan melihat Zainab yang baru bangun tidur dan setengah telanjang. Muhammad senang sekali akan pemandangan ini.
Sumber : Lings, halaman 341 – 342 :
Suatu hari, nabi pergi kerumah Zaid …. Ketika beliau datang Zaid sedang tidak ada di rumah. Zainab, karena tidak menyangka akan ada tamu diwaktu-waktu tersebut, sedang berpakaian seadanya. ….. Zainab lari kepintu tanpa mengenakan alas kaki untuk mempersilahkan nabi masuk dan menunggu hingga suaminya kembali. “Dia sedang tidak ada hai Rasulullah” katanya, tetapi demi bapak dan ibuku, silahkan masuk”. Saat Zainab berdiri dipintu, ia tampak berseri-seri dan riang gembira, dan nabi kagum oleh kecantikannya’.
Friday, October 12, 2007
MARIA, ASMARA NABI DENGAN PEMBANTUNYA
Maria adalah seorang budak wanita yang dihadiahkan oleh seorang gubernur Mesir kepada Muhammad dan dia adalah seorang wanita perawan cantik berambut ikal yang umurnya saat dipersembahkan kepada Muhammad sekitar 19 tahun..
Sumber : Muhammad - Kisah Hidup Nabi Berdasarkan Sumber Klasik, Martin Lings hal 439 – 440, Serambi Ilmu Semesta, Jakarta, 2002.
Surat nabi kepada Muqawqis yang mengajaknya agar memeluk Islam ditolak, tetapi pemerintah Mesir membalas dengan mengirimkan hadiah yang banyak : seribu keeping emas, dua puluh jubha terbuat dari bahan yang bagus, seekor bagal, seekor keledai betina, dan hadiah persembahan dua budak Kristen Koptik Mesir yang dikawal oleh seorang pertapa tua. Kedua gadis itu bersaudara, Maria dan Sirin, dan keduanya sama-sama cantik, tapi Maria lebih cantik lagi dan nabi sangat mengaguminya. Sirin dinikahkan dengan Hassan ibn Tsabit dan Maria diambil nabi sendiri. Ia ditempatkan dirumah yang dahulu dihuni Safiah …
Monday, September 10, 2007
DERITA SAFIYAH
Safiyah adalah gadis cantik yang berusia 17 tahun, ia adalah putri dari kepala suku Yahudi yang dikenal sebagai Bani Nadir. Nama ayahnya adalah Huyah ibn Akhtab. Bani Nadir dirampok oleh Muhammad dan diusir paksa oleh sang Nabi untuk meninggalkan tanah Arab. Sisa Bani Nadir dan keluarga Huyah ibn Akhtab, termasuk Safiyah melarikan diri ke tempat Bani Qurayza di Khaibar. Di Khaibar inilah Safiyah menikah dengan seorang pemuda Yahudi bernama Kinana al-Rabi, bendahara Bani Nadir.Beberapa bulan kemudian Muhammad dan pasukannya bersiap-siap untuk merampok Bani Qurayza juga. Untuk meyakinkan dan menyenangkan pengikutnya atas perampokan ini, Muhammad menurunkan Sura al-Fath (Sura 48 ayat 20). Di sura ini ALLAH MENJANJIKAN BARANG-BARANG HASIL PERAMPOKAN BAGI PARA MUSLIM YANG BERGABUNG DALAM JIHAD.