Wednesday, October 19, 2011

WANITA DIMATA MUHAMMAD DAN ISLAM

Pengalaman pahit terhadap ibu dan para saudaranya diwaktu kecil membuat Muhammad memendam sakit hati terhadap wanita. Tekanan psikologis ini akhirnya tertuang dalam ajaran2 Islam baik dalam Quran maupun didalam hadis. Banyak kisah yang sejatinya menunjukkan bagaimana perlakuan deskriminatif Muhammad terhadap perempuan.
Sahih Bukhari 62: 33
Narasi Usama bin Zaid: Rasulullah mengatakan… “saya telah meninggalkan lebih banyak sengsara (affliction) terhadap kaum perempuan daripada kaum lelaki.”
Dan inilah anggapan Muhammad mengenai wanita!
1 Wanita itu serba kurang, baik dalam otak maupun imannya..

PARA ISTRI DAN WANITA MUHAMMAD

Salah satu kebohongan besar yang senantiasa diulang2 oleh ulama2 Islam adalah pernyataan bahwa pernikahan Muhammad adalah terutama dengan janda2 tua yang tidak cantik dan pernikahan itu bukan untuk pemuas birahi Muhammad.
Dua kutipannya adalah sebagai berikut : Rasulullah SAW menikahi 11 orang wanita. Tentu saja hal itu Nabi lakukan bukan untuk menyalurkan nafsu seks, sebab sepuluh diantara sebelas wanita itu nabi nikahi ketika mereka sudah menjanda dan telah tua renta 
Buku Pintar Agama Islam, Syamsul Rijal Hamid, Penebar Salam, Bogor, 2002, halaman 99
Padahal semua wanita yang beliau nikahi tidak lain adalah para janda, yang tidak bisa dikatakan muda, apalagi cantik. Satu-satunya isteri yang dinikahi dalam keadaan perawan hanyalah Aisyah ra. Meski pada usia yang masih muda, tapi ukuran usia nikah di semua peradaban dunia ini tidak bisa disamakan. (dikutip dari : Jawaban Kepada Eramuslim oleh sdr Ali5196,
Jadi menurut pernyataan diatas, istri2 Rasulullah adalah :

Wednesday, September 28, 2011

Tragedi Aisyah: Produk Penyiksaan Seksual Anak

Oleh Khalil Fariel
 
Bukan rahasia lagi bahwa penganiayaan seksual terhadap anak kecil berakibat fatal bagi pihak korban, baik muslim maupun non muslim. Bukan lagi rahasia pula bahwa Quran secara jelas membolehkan praktek pedofilia. Untnk menyadarkan Muslim akan efek bahaya dari penganiayaan anak jenis ini kita perlu bantuan sumber-sumber (referensi) islam asli. Itu sebabnya Aisyah, istri ketiga dan istri bocah paling favorit dari Muhammad, jadi model sempurna untuk mengungkapkan praktek pedofilia dan akibat-akibatnya bagi sang korban.


Dalam Islam, Aisyah binti Abu Bakar dianggap sebagai ‘ummul mukminin atau ibu orang-orang beriman’. Sumber-sumber islam membangga-banggakan Aisyah sebagai ‘ulama’ besar atau seorang tokoh intelek besar yang telah mengkisahkan sejumlah besar hadis. Ada kebenaran dalam klaim ini; sekitar 2.000 hadis dikisahkan oleh Aisyah, dan Aisyah menempati nomor dua setelah Abu Huraira dalam mengisahkan Hadis. Tapi, pengisahan ini tidaklah membutuhkan pendidikan tinggi, tidak perlu menjadi sarjana atau ‘ulama’, cukup ingatan tajam, toh ini cuma menceritakan kembali apa yang terjadi dan apa yang dikatakan dalam kehidupan Muhammad; dan kita akan lihat bahwa ingatan Aisyah benar-benar tajam. Sebaliknya, banyak juga hal dalam kehidupan Aisyah yang lebih suka dilupakan Muslim jaman sekarang.

Wednesday, September 21, 2011

Surga, Nikmatnya Pesta Seks Dalam Islam

Berikut ayat-ayat lain yang berkenaan dengan surga:
Mungkin anda sebagai muslim bertanya-tanya; Seperti apakah surga itu? Apakah yang kita lakukan disana?
Berikut penjelasan surga islami berdasarkan Quran dan Hadis sahih:
“Suatu kali Rasulullah pernah ditanya sahabat tentang hal ini. “Apakah penghuni surga melakukan persetubuhan?” Beliau menjawab, “Ya, dengan penyemburan yang keras, dengan kemaluan yang tidak lemas dan dengan syahwat yang tidak terputus, tetapi tidak keluar air mani sedikitpun, baik dari lelaki atau perempuan. Apabila selesai, perempuan kembali bersih dan kembali perawan.” (HR. Ibnu Hibban).

Kemudian marilah kita melangkah jauh kedalam Quran dengan ahli tafsir Quran yang terpercaya, berikut petikannya:

Quran Sura 52:17-20
Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa berada dalam surga dan kenikmatan, mereka bersuka ria dengan apa yang diberikan kepada mereka oleh Tuhan mereka; dan Tuhan mereka memelihara mereka dari azab neraka. (Dikatakan kepada mereka): “Makan dan minumlah dengan enak sebagai balasan dari apa yang telah kamu kerjakan”, mereka bertelekan di atas dipan-dipan berderetan dan Kami kawinkan mereka dengan bidadari-bidadari yang cantik bermata jeli.

Wednesday, September 14, 2011

Penindasan Terhadap Wanita Dalam Islam

Oleh  Robert  Spencer  dan  Phyllis  Chesler

TAHUKAH ANDA:
  • Seorang pria Muslim di Iran memenggal kepala putrinya yang berusia 7 tahun karena ia mencurigai putrinya telah diperkosa oleh pamannya sendiri?1
  • Banyak anak perempuan Muslim yang disunat – dengan atau tanpa pembiusan – untuk menghancurkan seksualitas mereka dan menjadikan mereka “murni”?2
  • Pemukulan terhadap istri dan anak perempuan adalah sesuatu yang rutin dilakukan dalam dunia Muslim. Sebagai contoh, lebih dari 90% istri orang Pakistan telah dihajar, dipukuli, atau mengalami pelecehan seksual – hanya karena kesalahan-kesalahan seperti memasak makanan yang kurang dapat memuaskan, atau karena tidak dapat melahirkan anak laki- laki?3
  • Di Iran, umur yang sah untuk menikah adalah 9 tahun, dan di kamp pengungsi di Afghanistan sebenarnya semua anak perempuan yang duduk di kelas dua SD sudah menikah?4
  • Para wanita yang diperkosa di negara-negara Muslim seringkali akhirnya mengalami penghukuman sedangkan si pemerkosa melenggang bebas?5
  • Yang harus dilakukan seorang pria untuk menceraikan istrinya hanyalah berkata,”saya menceraikanmu” sebanyak tiga kali – lalu saat itu juga wanita itu menjadi janda tanpa ada yang mendukung dan juga harus kehilangan anak-anaknya, karena biasanya anak-anaknya diambil oleh suaminya?6

Fakta-fakta ini menunjukkan bahwa peperangan kita bukanlah hanya soal bom dan pembajakan pesawat terbang. Namun peperangan kita juga menyangkut soal penindasan terhadap kaum wanita — dan seringkali dengan menggunakan cara-cara yang mengerikan. Penindasan ini juga bukanlah merupakan insiden yang merupakan produk sampingan dari terorisme. Hukum Islam – syariah – yang diperjuangkan oleh para teroris agar diberlakukan di atas muka bumi memandatkan ditetapkannya diskriminasi terhadap kaum wanita. Pembedaan perlakuan terhadap jender dalam Islam jauh melampaui warga negara kelas dua. Pembedaan perlakuan jender dimaksudkan untuk menghancurkan dan menundukkan wanita.

Thursday, August 25, 2011

Buku Islami : Persetubuhan dengan Bidadari

Image

Buku pertama :

Indahnya bidadari surga
http://www.robbanipress.co.id/Daftar%20 … dadari.htm

Halaman 111

Kekuatan Seorang Muslim dalam Menggauli Istrinya di Surga .
Note: Judul ini bukan karangan gue,tapi emang begitu yang tertulis di bukunya Tirmidzi rahimahullah men-takhrij hadits dari Anas radhiyallahu ‘anhu, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam; ucap beliau:
“Seorang Mutkmin di surga akan diberi kekuatan ini dan itu dalam bersebadan. ” Beliau ditanya, “Apakan dia kuat wahai Rasulullan?” Jawab Rasuiullah, “la diberi kekuatan seratus Kali lipat. “83. 83) Tirmidzi berkata: tni adalah hadits hasan shahih. Lihat Shahihul-Jami’ nomor 1627.

Saturday, August 20, 2011

Fatwa Baru Saudi Membela Pedofilia Sebagai ’Pernikahan’

“Kapan pun aku melihatnya, aku bersembunyi. Aku benci melihatnya,” Tahani (mengenakan pakaian warna pink) menceritakan hari-hari awal pernikahannya kepada Majid, ketika ia berusia 6 tahun dan Majid 25 tahun. Isteri yang masih muda ini berpose untuk potret ini, bersama dengan mantan teman sekelasnya Ghada, juga seorang pengantin yang masih anak-anak, di luar rumah mereka yang ada di pegunungan Hajjah, Yaman.



Friday, August 12, 2011

Aida Saskia: Zainuddin MZ Sudah Mengaku

BuktidanSaksi.com - Aida Saskia mencoba melupakan perseteruan dengan Zainuddin MZ setelah kematian dai sejuta umat itu. Aida bersyukur Zainuddin sempat meminta maaf dan mengakui perbuatannya sebelum ajal datang.

“Aku sudah coba melupakannya. Apalagi, kita sudah buat surat perdamaian. Dia sudah mengaku dan meminta maaf di depan aku waktu itu, walau tidak di depan teman-teman media,” ungkap Aida saat berbincang dengan okezone, Selasa (5/7/2011).

Meski begitu, penyanyi asal Bogor ini tetap menyampaikan rasa duka mendalam atas kematian Zainuddin.

“Aku ikut berduka cita ya. Aku sudah memaafkan dan mengikhlaskan. Allah saja mau memaafkan hamba-Nya, apalagi aku,” tegasnya.


Monday, August 8, 2011

Inikah Hukum Sharia yang Anda Mau?

Berdasarkan ajaran Muhammad, darah orang Ahmadiyah itu halal - sebab mereka dianggap telah murtad dari Islam

Karakteristik-karakteristik hukum Sharia Islam berikut ini disadur dari sebuah daftar oleh Nonie Darwish, penulis dari Cruel and Unusual Punishment: The Terrifying Global Implications of Islamic Law. Baru-baru ini seorang wanita muda secara brutal dicambuk sampai mati di bawah hukum Shariah karena dia diperkosa. Lihat keseluruhan 34 poin di http://frontpagemag.com/2010/08/27/sharia-for-dummies/print.

1. Seorang Muslim yang meninggalkan Islam harus segera dibunuh.

2. Seorang Muslim akan diampuni jika membunuh: seorang yang murtad, seorang pezinah, seorang perampok. Keadilan jalanan dan pembunuhan demi kehormatan (honor killing) adalah hal yang dapat diterima.


Thursday, August 4, 2011

Merasionalkan Pedofilia dalam Islam

BuktidanSaksi.com - Di awal bulan ini kita melihat – atau lebih tepatnya, sekali lagi diingatkan – bahwa Islam mengijinkan pedofilia dengan kedok “pernikahan”: Ulama terkenal Saudi Arabia, Dr. Salih bin Fawzan, mengusulkan sebuah fatwa yang menegaskan bahwa, tak ada usia minimum bagi para gadis untuk menikah,”bahkan meskipun mereka itu masih bayi,” dan bahwa satu-satunya kriteria, apakah mereka boleh menikah atau tidak adalah, “Apakah mereka sudah siap untuk dibaringkan dibawah pria yang menjadi suaminya, dan sanggup menanggung beban tubuh suaminya itu.”

Sementara praktek ini berbicara untuk dirinya sendiri, adalah hal yang menarik saat menyaksikan betapa banyak orang-orang Muslim yang membenarkan atau merasionalkan fatwa itu – atau bahkan menganggapnya sebagai sebuah sumber kebanggaan.

Sebagai contoh, perhatikan bagaimana ulama Muslim ini mendiskusikan pernikahan Muhammad dengan seorang anak kecil yaitu Aisyah, ketika Aisyah masih berusia 9 tahun. Bukannya merasa malu, ulama ini justru menggunakan kisah ini untuk membanggakan ‘kesabaran’ dan ‘kemurahan’ nabi. Terjemahan yang relevan adalah sbb: