Friday, October 28, 2011
‘Klub Islami Istri Patuh’ Ajak Pria Poligami Gauli Semua Istri Bersamaan
Thursday, June 30, 2011
Walikota Bogor Nikahi ABG
Berdasar pantauan, di lokasi itu memang tengah berlangsung hajatan. Semua tamu undangan mengenakan batik dan sebagian besar menggunakan bus pariwisata. Bila benar, maka ini adalah pernikahan keempat Budiarto. Fauziah Budiarto, istri pertamanya, sedang terbaring sakit di salah satu rumah sakit di Jakarta." Bapak dari sekarang sampai Jum'at (24/6) tidak bisa diganggu karena sangat sibuk," ujar Erry, petugas protokoler yang sehari-hari bertugas di kediaman rumah pribadi Wali Kota Diani Budiarto di Cluster Panorama, BNR, Bogor Selatan, saat ditemui wartawan, kemarin.
Ketua LSM Barisan Monitoring Hukum (BMH) Bogor, Irianto, menyayangkan hal ini, karena posisi Budiarto sebagai pejabat publik. "Apalagi menikah untuk empat kali dan diduga telah memalsukan surat-suratnya alias tanpa restu istri-istri sebelumnya," kata Irianto kepada wartawan.
Tak hanya itu, menurutnya, sangat tidak etis seorang kepala daerah menikahi seorang gadis remaja yang sebelumnya sempat bekerja di sebuah cafe itu. "Kalau seperti ini, sifatnya bukan menolong tapi sudah nafsu semata yang dikedepankan dan ini bisa dikategorikan pelanggaran kode etik pejabat pemerintah," ungkapnya. Source: Yahoo!
Tuesday, June 28, 2011
Dr. Gina Puspita, Deklarator Klub Taat Suami: Poligami Itu Bukan Suami yang Suruh
TEMPO Interaktif, Jakarta - Deklarasi Klub Taat Suami yang dicanangkan oleh Kelompok Global Ikhwan di sebuah restoran di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, pada 18 Juni lalu, menuai pro dan kontra. Kalangan pria yang memiliki keistimewaan menikah lagi merasa mendapat angin segar dengan ajaran klub ini bahwa istri selayaknya harus menaati suami, termasuk ketika suaminya menikah lagi. Namun, banyak juga yang menolak deklarasi klub, terutama para istri dan kalangan feminis yang memandang klub ini telah merendahkan perempuan."Kami hanya ingin berbagi pengalaman bahwa di Global Ikhwan ada cara mendidik suami, mendidik istri, dan anak-anak. Kami membagi bagaimana melaksanakan perintah Tuhan untuk taat. Di mana merendahkannya?" kata Gina Puspita, Ketua Klub Taat Suami Indonesia, Rabu lalu.
Monday, June 27, 2011
Di Ranjang Seperti PSK, Harus Rela Jika Suami Berpoligami
- Launching Klub Istri Taat Suami 100 Persen
BuktidanSaksi.com - Agung P/JAWAPOS - Para istri yang tergabung dalam Klub Istri Taat Suami 100 Persen saat foto bersama di sela-sela launching di salah satu restoran di Jakarta Selatan, Sabtu malam (11/6)
Komunitas ini lebih dulu ada di Malaysia: Obedient Wives Club atau Klub Istri Taat Suami (KTS). Sabtu (11/6) malam klub tersebut di-launching secara resmi di salah satu restoran di Jakarta Selatan. Benarkah jumlah anggotanya sudah mencapai ratusan orang? Apa saja yang diajarkan kepada para anggotanya?
Sunday, July 25, 2010
Studi di Malaysia: Poligami Membuat Keluarga Tidak Bahagia
Poligami sah menurut Islam, yang membuat lebih dari 60 persen populasi di Malaysia, mengizinkan pria Muslim untuk mengambil empat isteri.
Namun sejumlah aktivis dan kelompok perempuan menyatakan poligami telah keluar dari tujuan aslinya dalam Islam yaitu melindungi para janda dan anak yatim.
Sunday, June 13, 2010
POLIGAMI, KEINDAHAN RUMAH TANGGA ISLAM
Ayat yang cukup "kontroversial" dalam Quran mengenai Poligami adalah Surah An Nisaa ayat 3 dimana disebutkan bahwa kawinilah dua, tiga, atau empat dari wanita lain (merdeka) dengan syarat bisa berbuat adil. Jika takut tidak bisa berbuat adil maka kawini satu saja (wanita merdeka) atau kawini budak-budak yang dimiliki sebanyak mungkin. karena memang budak / pembantu hanyalah barang kepemilikan (property) untuk dinikmati.
Quran 4:3
Dan jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil terhadap (hak-hak) perempuan yang yatim (bilamana kamu mengawininya), maka kawinilah wanita wanita (lain) yang kamu senangi : dua, tiga atau empat. Kemudian jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil, maka (kawinilah) seorang saja, atau budak-budak yang kamu miliki. Yang demikian itu adalah lebih dekat kepada tidak berbuat aniaya.